Pesona alam Bukittinggi yang menarik untuk dikunjungi

Bicara tentang wisata Indonesia, ada banyak sekali tempat tempat menarik yang bisa dikunjungi. Negeri yang terdiri dari ribuan pulau ini menyimpan keindahan yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu yang akan jadi topik kali ini adalah Provinsi dengan etnis Minangkabau , yaitu Sumatera Barat, dimana ada beberapa destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi. Yup langsung aja, kita punya Kota Bukittinggi. Taraaaa... Jam Gadang 
jam gadang bukittinggi

Ngomongin tempat menarik di Bukittinggi, maka lokasi pertama yang terlintas di pikiran tak lain adalah Jam Gadang, sebuah landmark utama bahkan menjadi Titik Nol di kota Bukittinggi. Dalam bahasa Minang gadang artinya besar.

Keunikan dari jam Gadang ada pada penggunaan angka 4 romawi. Angka 4 pada Jam Gadang ternyata ditulis dengan ‘IIII’ bukan dengan angka Romawi IV. Silahkan datang dan cek sendiri yah ke Bukittinggi 🙌
Konon katanya penulisan angka 4 ini bukanlah sebuah kesalahan, tapi kesengajaan. penulisan angka "IIII" itu dilakukan untuk mengenang 4 pekerja yang meninggal jatuh pas waktu proses pembangunan Jam Gadang. Kebenaran cerita ini pun masih perlu dipertanyakan 😗🤔 

FYI jam Gadang ini ternyata menggunakan mesin jam yang sama lho dengan jam Big Ben London! Mesin jam di kedua menara bersejarah ini dibuat ekslusif oleh perusahaan asal Jerman bernama Vortmann Relinghausen, hanya untuk Jam Gadang dan Big Ben.
selanjutnya Ngarai sianok
             
landscape ngarai sianok

Yang satu ini tak kalah pamor, tempat wisata ini juga sudah tersohor hingga manca negara sudah banyak turis lokal maupun internasional yang berkunjung untuk melihat megahnya lembah curam yang dikelilingi tebing batu sejauh 15 km, dengan aliran anak sungai di tengahnya.
             
              Letaknya yang tak jauh dari pusat kota Bukittinggi mempermudah akses untuk menuju ke Ngarai baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Mata kita akan terhipnotis dengan hamparan pemandangan hijau yang menakjubkan. Berada diantara tebing batu yang menjulang membuat kita merasa kecil, hingga tak henti mengagumi ciptaan-Nya
 
lanjut ke Taman Panorama


Ngarai Sianok dengan latar G.Singgalang
Sebuah taman dengan konsep wisata alam sekaligus sejarah ini tak jauh lokasinya dari Ngarai Sianok. Dari taman tersebut kita dapat menikmati keindahan Ngarai Sianok  yang berlatar kan Gunung Marapi dan Gunung Singgalang. Kalian juga dapat menikmati  panorama alam sekitar melalui gardu pandang. Tak hanya melihat, di taman ini kalian juga dapat lebih dekat dengan satwa khas yaitu si monyet dengan sekedar  memberinya kacang atau snak ringan lainnya , monyet di sini terbiasa hidup bebas, walau begitu monyet monyet tersebut tidaklah garang. Jadi tak usah khawatir akan mengejar pengunjung.

ngarai sianok dari gardu pandang taman panorama
pintu masuk lobang jepang dari taman panorama


bagian dalam lobang jepang

Puas dengan panorama alam , maka saatnya menilik sejarah jaman penjajahan.Yupp kita memasuki Goa Jepang. Lobang dengan bentuk setengah lingkaran dengan tinggi rata-rata 2m dan panjang kurang lebih 1 kilo. Ketika mulai menuruni anak tangga yang katanya berjumlah 100 lebih, seoalah membawa kita pada mesin waktu era tahun 1940-an. Suasana mencekam sedikit terasa memang, ada banyak lorong didalamnya. Terdapat beberapa ruang seperti ruang rapat, tempat makan, kamar tahanan dll. Dinding goa yang tebal membuatnya kedap suara. Jika anda merasa takut masuk sendirian, akan ada pemandu yang siap kok untuk mengarahkan. 

lanjuuut Janjang Koto Gadang


janjang koto gadang

Ini niiih great wall nya ala Indonesia. Berjarak 2km dari pusat kota, berada persis di dasar Ngarai Sianok. Tembok berundak sepanjang kurang lebih 1km ini memiliki pemandangan hijau dan tebing ngarai yang megah. Sepanjang  melangkahkan kaki  sesekali akan menjumpai kera. Tak usah buru-buru untuk sampai di atas, cukup menikmati tiap langkah, karena jika terburu-buru akan semakin terasa melelahkan .



Kita beralih ke Benteng FORT DE KOCK

menara pandang Bentang Fort De Kock
Sebuah benteng peninggalan Belanda, berjarak 1 km dari Jam Gadang. Hampir seluruh bangunan bentang ini hancur, hanya tersisa menara pandang dengan pipa pipa besar yang tampak kokoh.
jembatan limpapeh

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan
Benteng ini terintegrasi dengan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, dimana ada sebuah jembatan penghubung yaitu jembatan Limpapeh. Dari atas jembatan kita dapat melihat kondisi dibawahnya yang merupakan kawasan kampung pecinan. 

gimana? menarik bukan? untuk lebih seru lagi, silahkan berkunjung ke Bukittinggi, Sumatera Barat
see you 🙋






.

Komentar

Postingan Populer